Farnida Malahayati

This blog is containing about all myduties of management

TEORI EKONOMI MAKRO “SISTEM EKONOMI” October 13, 2012

Filed under: Uncategorized — FarnidaMalahayati @ 4:39 am

KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur dan terima kasih kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya juga memberikan kesehatan, pikiran serta ketabahan di dalam meyusun tugas makalah Teori Ekonomi Makro ini.
Di dalam menyusun makalah Teori Ekonomi Makro ini, kami sering mengalami kesulitan, namun berkat bantuan dan dukungan dari semua pihak, segala kesulitan itu dapat teratasi. Oleh karena itu, kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan penyusunan makalah Teori Ekonomi Makro ini baik bantuan yang berupa dorongan, semangat, maupun bimbingan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Norida Canda Sakti selaku Dosen mata kuliah “Teori Ekonomi Makro”
2. Teman-teman Mahasiswa yang telah memberikan masukan dalam pengerjaan makalah Teori Ekonomi Makro ini.
3. Semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses penyelesaian penyusunan makalah Teori Ekonomi Makro ini.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah Teori Ekonomi Makro ini. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak, demi tercapainya kesempurnaan pada makalah ini. Serta kami berharap semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat memberikan manfaat.
Surabaya, 24 April 2012

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
BAB I Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
BAB II Pembahasan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
2.1 Pengertian sistem ekonomi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
2.2 Macam-macam sistem ekonomi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
2.3 sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 22
BAB III PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 32
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
BAB IV DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 33

BAB 1
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Berbagai negara didunia tentunya memiliki sistem perekonomian yang berbeda-beda.Dalam setiap negara juga memiliki kebijakan perekonomian yang berbeda-beda pula sesuai dengan sistem ekonomi yang dianut negara tersebut.
Secara global,sistem perekonomian didunia dibagi menjadi 4,yaitu sistem ekonomi tradisional,sistem ekonomi pasar,sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi campuran.Pada setiap jenis sistem ekonomi memiliki ciri-ciri,kelemahan dan juga kelebihan yang berbeda.Setiap kehidupan ekonomi harus melaksanakan tiga tugas pokok yaitu:
1. Kehidupan ekonomi itu harus menentukan barang dan jasa apa saja yang diperlukan dan berapa banyak masing-masing diperlukan,dari mana dan dengan cara bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan.
2. Kehidupan ekonomi itu harus mengalokasikan jumlah keseluruhan barang dan jasa yang dihasilkan yaitu prodak domestik bruto (PDB) di anatara para konsumen perorangan,konsumsi masyarakat secara keseluruhan dalam bentuk pengeluaran atau pembelanjaan pemerintah,dan tingkat pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang melalui investasi baru atau tambahan-tambahan dana cair untuk sediaan modal.
3. Kehidupan ekonomi itu harus memutuskan bagaimana mendistribusikan maslahat material secara keseluruhan,diantara berbagai macam anggota masyarakat dalam bentuk upah atau gaji,pembayaran bunga modal,sewa dan pembagian laba pihak swasta,pemerintah atau keduanya.

II. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan sistem ekonomi?
2. Apa sajakah macam-macam sistem ekonomi?
3. Sistem ekonomi yang bagaimanakah yang pernah diterapkan di Indonesia?

III. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari sistem ekonomi.
2. Untuk mengetahui macam-macam sistem ekonomi.
3. Untuk mengetahui sistem ekonomi yang pernah diterapkan di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian sistem ekonomi

A. Istilah “ sistem “ pada perkataan sistem ekonomi
Suatu kumpulan elemen – elemen dimana antara elemen – elemen tersebut terdapat adanya hubungan, dan yang ditujukan ke arah pencapaian sasaran – sasaran bersama tertentu. Hal yang penting pada analisis sistem, adalah bahwa sebagai alat untuk kerangka pemikiran (framework of thinking) kita pertama – tama perlu menetapkan apa yang dikenal sebagai batas sistem.
Sesuatu batas sistem seakan – akan suatu garis demarkasi atau garis pemisah yang membedakan elemen – elemen apa yang masih tergolong pada sistem tersebut dan elemen – elemen manakah yang berada diluarnya.
Dalam rangka usaha menetapkan sesuatu pada sistem yang berguna bagi penelitian – penelitian yang akan kita lakukan, maka menurut kami sebaikya terlebih dahulu kita menginventarisasi secara “ exhaustive “ faktor – faktor apa saja yang berpengaruh atas sesuatu sistem ekonomi.
Faktor – faktor sistem ekonomi terbagi menjadi dua :
1. Faktor – faktor intern
Faktor intern kemudian kita anggap sebagai elemen – elemen yang masih termasuk dalam batas sistem kita.
2. Faktor – faktor ekstern
Faktor ekstern kita golongkan sebagai elemen – elemen yang berada di luar sistem kita.
Usaha menetapkan sesuatu batas sistem bagi sebuah sistem ekonomi :
Kita mengetahui bahwa setiap ekonomi senantiasa di pengaruhi olh sejumlah kekuatan – kekuatan. Di antara kekuatan – kekuatan yang mempengaruhi yang mempengaruhi pembentukan sesuatu sistem ekonomi diantaranya :
1. Sumber – sumber daya historis, cultural, cita – cita, keinginan – keinginan dan sikap penduduknya.
2. Sumber – sumber daya alamnya termasuk iklim
3. Filsafat yang dimiliki serta dibela sebagian penduduknya (sebagian besar)
4. Teoretisasi yang dilakukan oleh penduduk jaman lampau/sekrang mengenai bagaimana cara mencapai cita – cita serta tujuan – tujuan/sasaran – sasaran yang dipilih.
5. “Trials dan Errors”, yang dilakukan oleh penduduknya dalam rangka uaha mencari alat – alat ekonomi.
Komponen – komponen yang terdapat pada suatu sistem adalah sebagai berikut :
1. Bahwa terdapat adanya suatu kompleks keseluruhan elemen – elemen, ada bagian – bagian yang merupakan bagian dari keseluruhan
2. Elemen – elemen tersebut dicirikan adanya “interelasi” (bagian yang ada saling mempengaruhi satu sama lain)
3. Elemen – elemen secara keseluruhan merupakan suatu yang terintegrasi
4. Entity tersebut dituukan kearah pencapaian sasaran tertentu
5. Sasaran : arti/ hakekat bagi adanya sistem yang bersangkutan.
Apabila kita akhirnya telah menetapkan batas sistem yang kita perlukan maka dapatlah kita menggunakan sistem tersebut sebagai sebuah titik sentral antara dua macam arus yaitu :
1. Arus input
2. Arus output

SUMBER – SUMBER DAYA BARANG – BARANG
EKONOMI FAKTOR – FAKTOR PRODUKSI JASA – JASA
ORGANISASI/MANAJEMEN

Sebagai elemen – elemen yang masih termasuk dalam batas sistem apa yang dinamakan ekonomi Indonesia, dapat disebut :
1. Lembaga – lembaga ekonomi
2. Sumber – sumber daya ekonomi
3. Faktor – faktor produksi
4. Lingkungan ekonomi
5. Organisasi dan manajemen
Elemen – elemen luar yang berada di luar batas sistem, sistem ekonomi Indonesia adalah misalnya :
1. Pemerintah
2. Pancasila
3. Undang – undang dasar 45
4. Keadaan/ kondisi poltik
5. Kepastian hukum
6. Masyarakat dalam arti luas
Empat tugas pokok/ utama yang dihadapi oleh suatu sistem ekonomi yang pada hakekatnya pemecahan atas masalah – masalah :
1. Apakah yang akan di produksi ? ( masalah pilihan antara macam – macam alternatif output )
2. Bagaimanakah barang – barang dan jasa – jasa tersebut ( apabila sudah ditetapkan ) akan di produksi ? ( masalah pilihan teknologi )
3. Siapakah akan memperoleh barang – barang dan jasa – jasa tersebut apabila selesai dihasilkan sebagai output ? ( masalah pembagian pendapatan = distribusi of income )
4. Bilamankah ? maksudnya disini adalah berapa banyakkah sumber – sumber ekonomi perekonomian yang bersangkutan akan disalurkan kea rah konsumsi yang sedang berlangsung dan berapa banyakkah akan disalurkan kearah investasi
Masalah yang dikemukakan oleh P. Samuelson dinyatakan sebagai central problem of every economic society. Beberapa sosio criteria yang dapat digunakan untuk menilaikan sebuah sistem ekonomi.Dalam hal menilaikan apakah sesuatu sistem ekonomi bekerja dengan baik, dapat kita menggunakan beberapa macam sosio-kriteria sebagai berikut :
1. Apakah sistem ekonomi tersebut menciptakan “kebebasan ekonomi “ bagi para individu ?
2. Apakah perekonomian yang bersangkutan memperhatikan adanya “kepastian ekonomi” untuk semua anggota masyarakatnya ?
3. Apakah sistem ekonomi tersebut menyebabkan dihasilkannya barang – barang dan jasa – jasa sesuai dengan keinginan para konsumen ?
4. Apakah sistem ekonomi tersebut memperlihatkan adanya suatu distribusi pendapatan yang agak “ layak”

B. Keuntungan – keuntungan pengaturan kehidupan ekonomi :
C. Weststrate mengemukakan “ aktiva “ keuntungan – keuntungan yang dapat dicapai dari tindakan pengaturan sebagai berikut :
• Kemakmuran
• Kesempatan kerja
• Kepastian hidup
• Keadilan
• Susunan harmonis daripada penduduk
• Kedamaian sosial
• Kesehatan rakyat dalam arti badaniah
• Kesehatan rakyat dalam arti rokhaniah
• Cukupnya waktu luang
• Kepuasan dari pekerjaan
• Ketahanan nasional
• Kebebasan
Dengan demikian boleh dikatakan bahwa tidak ada satu negara pun yang tidak memerlukan tindakan “oredening” dengan satu atau lain cara, dan dengan intensitas yang berbeda – beda. Sistem ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan pendapatan yang berdampak pada kehidupan masyarakat baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
Dari definisi diatas memiliki beberapa sifat penting yaitu; i) suatu proses, yang merupakan perubahan yang terjadi secara terus menerus, ii) sesuatu yang dapat merubah tingkat penghidupan masyarakat.
Pendapat lain juga menegaskan bahwa sistem ekonomi adalah cara suatu bangsa atau negara dalam menjalankan perekonomianya. Secara umum sistem ekonomi di bagi menjadi 5 yaitu : Sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi campuran. Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah sistem ekonomi pancasila yang disebut juga demokrasi ekonomi. Landasan pokoknya pasal 33 ayat 1-4 UUD 1945 (hasil amandemen). Adapun hal-hal yang harus dihindari dalam sistem demokrasi ekonomi, yaitu sistem free fight liberalism, sistem etatisme, dan monopoli.

C. Beberapa pendapat para ahli yang terkait dengan sistem ekonomi antara lain :

1. Chester A Bemand mengatakan bahwa : ”Sistem ekonomi adalah suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bagian itu memiliki ciri dan batas tersendir”
2. Dumatry (1996) mengatakan bahwa :“Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan”.
3. Gregory Grossman and M. Manu mengatakan bahwa :“Sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi.”
4. Menurut M. Hatta :”Sistem ekonomi yang baik untuk diterapkan di Indonesia harus berdasarkan atas asas kekeluargaan”
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas dapat penulis simpulkan bahwa sistem ekonomi bukan hanya sebagai sekumpulan komponen atau unit perekonomian tetapi merupakan sebuah penerapan yang dikembangkan oleh seperangkat masyarakat yang masing-masing memiliki ciri dan batas-batas tersendiri.

2.2 Macam-macam sistem ekonomi

Beberapa Paham Tentang Berbagai Macam Sistem-Sistem Ekonomi diantaranya :

A. Menurut Alam S. Jenis sistem ekonomi dibedakan menjadi 4 yaitu :

1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional bukanlah sistem ekonomi yang terdiri sendiri tetapi lebih banyak diwarnai oleh tradisi yang turun temurun dari nenek moyang. Pada masyarakat ini, tradisi mengatur segenap kehidupan dan perilaku. Semua pola produksi, distribusi, dan konsumsi dilakukan sesuai tradisi atau kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang.

 Ciri dari sistem ekonomi tradisional dapat dikemukakan sebagai berikut :

a) Teknik produksi didapat dengan cara turun temurun
b) Hasil yang didapat hanya untuk memenuhi kebutuhan sindiri atau keluarga
c) Rumah tangga produksi dan rumah tangga konsumsi tidak terpisah
d) Belum mengenal pembagian kerja secara baik.
e) Keadaan masyarakat statis dan miskin

 Kelebihan sistem ekonomi tradisional :

1) Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat dibidang ekonomi, karena pada diri mereka melekat rasa persaudaraan yang kental.
2) Mereka merasa hidup aman, karena masih merasa satu keluarga
3) Jarang terjadi krisis ekonomi, karena semua sendi- sendi kehidupan ekonomi berjalan sesuai dengan kebiasaan (tradisi)

 Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional:

1) Efesiensi dan efektivitas kurang karena ekonomi bersifat tradisional
2) Tingkat kemakmuran rendah karena produktivitas rendah
3) Teknologinya sangat rendah, karena penerapannya masih terikat tradisi

2. Sistem Ekonomi Pasar
Sistem ini merupakan sistem yang memberikan kebebasan pada masyarakat yang meelakukan kegiatan ekonomi. Pemerintah hanya melakuakn kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan penyelenggaraan ekonomi.
Sistem ekonomi pasar tidak dapat dipisahkan dengan sistem kapitalisme yang memberi kebebasan pada setiap individu atau badan swasta untuk menguasai alat-alat produksi, jalur distribusi, dan barang-barang konsumsi. Pada sistem ini, jenis dan jumlah produksi, alat pemuas kebutuhan, bagaimana memuaskan kebutuhan, dan untuk siapa alat pemuas kebutuhan ditujukan ditentukan oleh mekanisme pasar.
 Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar:
a) Campur tangan pemerintah dibidang perekonomian agak kurang.
b) Hampir semua kegiatan ekonomi dilaksanakan oleh pihak swasta atau individu
c) Adanya kebebasan memiliki alat-alat produksi dan distribusi oleh pihak swasta
d) Setiap kegiatan semata-mata ditujukan untuk memperoleh laba

 Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar
1) Menumbuhkan inisiatif atau dorongan untuk maju karena adanya persaingan yang sehat.
2) Setiap individu bebas memilih pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan bakatnya
3) Munculnya barang-barang bermutu tinggi
4) Adanya efisiensi dan efektivitas.

 Kelemahan Sistem Ekonomi Pasar :
1) Sering terjadi monopoli
2) Sreing terjadi eksploitasi pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah
3) Terdapat jurang pemisah antara orang kaya dan orang miskin
4) Rentan terhadap krisis

3. Sistem Ekonomi Terpusat

Sistem ekonomi terpusat merupakan reaksi terhadap berbagai kegagalan sistem ekonomi pasar yang cenderung menimbulakn kesenjangan antara kelompok masyarakat kaya dan kelompok masyarakat miskin. Dalam ssitem ekonomi ini pemerintah memegang dominasi pelaksanaan perekonomian, seperti menguasai produksi, distribusi, dan konsumsi, serta faktor-faktor produksi.

 Ciri-ciri Sistem Ekonomi Terpusat:
a) Peranan pihak swasta hampir tidak ada
b) Seluruh kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, konsumsi, dan distribusi dikendalikan, dikuasai, dan direncanakan oleh pemerintah
c) Alat-alat produksi hampir seluruhnya menjadi milik pemerintah
d) Hak milik perorangan tidak diakui atau terbatas, kecuali barang-barang yang sudah dijatahkan

 Kelebihan Sistem Ekonomi Terpusat :
1) Karena kegiatan ekonomi dilakukan secara terpusat, pemerintah dapat melakukan kegiatan- kegiatan yang berskala besar
2) Mudah melaksanakan pemerataan pendapatan
3) Jarang terjadi krisis ekonomi
4) Pencemaran lingkungan dapat dihindari sekecil mungkin

 Kelemahan Sistem Ekonomi Terpusat:
1) Mematikan inisiatif individu
2) Kebebasan pribadi yang tidak tersalurkan
3) Perencanaan perekonomian yang hanya ditangani segelintir orang membuat perencanaan itu tidak selalu rasional

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan sistem yang mengambil kelebihan dan menghindarkan kelemahan yang ada pada sisteme konomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campran, diikuti campur tangan pemerintah hanya sebatas menjaga agar susunan produksi nasional sesuai dengan kebutuhan masyarakat, distribusi pendapatan merata, dan tercipta perkembangan ekonomi yang mantap.

 Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran:
Ciri yang menonjol dari sistem ekonomi campuran adalah keikutsertaan pemerintah dalam kegiatan ekonomi masyarakat disamping pihak swasta dan individu. Bahakan dalam banyak kasus pemerintah bersaing dengan pihak swasta untuk memberikan pelayanan yang bermutu bagi masyarakat. Serta peran pemerintah dalam menciptakan kondisi kondusif bagi kegiatan ekonomi masyarakat.

 Kelebihan sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut :
a) Pemerintah dapat lebih memusatkan perhatiannya pada proyek-proyek yang berskala besar tetapi kurang ekonomis. Sebaliknya proyek-proyekyang memberi keuntungan lebih banyak dikerjakan oleh pihak swasta.
b) Adanya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi membuat ekonomi stabil dan terkendali
c) Kreativitas individu tersalurkan karena mereka diberi kesempatan
d) Tugas pemerintah tidak terlalu berat karena ada partisipasi dari pihak swasta.

B. Menurut Michael P.Todaru macam sistem-sistem ekonomi
Menurut Michael P.Todaru sistem-simtem ekonomi pada dasarnya dikelompokkan kedalam lima kategori besar yaitu :
1. Ekonomi Pasar Murni (Kapitalis)
2. Ekonomi Pasar Negara Maju (Kapitalis Maju)
3. Ekonomi Sosialis Pasar
4. Ekonomi Sosialis dengan Komando (yang direncanakan secar terpusat)
5. Ekonomi Pasar Bauran (Kapitalis) dan Ekonomi Terencana (Sosialis)

1) Ekonomi Kapitalis Pasar Murni
Ekonomi kapitalis pasar murni merupakan prototype kegiatan ekonomi yang dicita-citakan oleh para ahli ekonomi barat, yang sesungguhnya tidak pernah ada kecuali dalam buku-buku teks ekonomi. Konsep mengenai kegiatan ekonomi demikian ini terutama hanya ditetapkan sebagai model efisiensi ekonomi dan sebagai suatu standar untuk menilai prestasi aktual kegiatan ekonomi dan kebijakan-kebijakan ekonomi di dunia yang nyata. Ciri-ciri khas dari model ekonomi ini adalah adanya pemilikan swasta atas seluruh aset produksi (tanah, pabrik, mesin-mesin,peralatan dan sebagainya).

 Empat ciri-ciri pokok dari kapitalisme pasar adalah :
1. Lembaga Pemilikian Swasta yang didukung oleh sistem penjaminan legal
2. Kebebasan perusahaan dalam bersaing yang memiliki daya tembus kedalam pasar
3. Penjualan produksi komersial yang berlebihan di pasar-pasar yang kompetitif (sebagai kebalikan dari produksi subsistem yang meliputi juga peemilikan oleh swasta)
4. Pengesampingan tingkah laku konsumen dalam rangka memaksimalkan laba bagi produsen dan memberikan kepuasan bagi konsumen
Dalam masyarakat-masyarakat kapitalis, sumber daya produtif, barang-barang dan jasa ekonomi dialokasikan dan didistribusikan diantara berbagai macam aktifitas dan penggunaan melalui apa yang disebut sebagai “mekanisme pasar”. Mekanisme demikian ini yang kadang kadang disebut “sistem harga”, juga menghasilkan alokasi sumber daya yang efisien dan pertumbuhan ekonomi.
Pokok yang terakhir sehubungan dengan model kapitalis murni adalah tekanan yang diberikan atas persaingan yang ‘sempurna’ dan ‘tangan yang tidak kelihatan’. Diandaikan bahwa seluruh produksi dan konsumsi berlangsung di bawah kondisi persaingan yang sempurna, dalam arti bahwa masing-masing dari ribuan unit ekonomi individual (produsen dan konsumen ) terlalu kecil jika dikaitkan dengan pasar sebagai keseluruhan, sehingga tidak dapt mempengaruhi harga yang harus dibayarkan untuk pembelian barang-barang dan faktor-faktor atau harga yang harus diterima untuk setiap penjualan barang atau sumber daya produktifnya. Singkatnya, mengejar tercapainya kepntingan pribadi di dalam sistem kapitalisme dianggap akan dapat mendorong tercapainya kepentingan nasional.
 Mekanisme demikian ini memiliki tiga ciri pokok :
a) Keputusan-keputusan mengenai apa dan berapa banyak yang akan dihasilkan dandikonsumsi (dan dimana dan bagaimana) dilakukan oleh unit-unit ekonomi yang bersifat individual : rumah tangga, perusahaan-perusahaan bisnis atau ladang-ladang pertanian untuk tujuan komersial
b) Unit-unit individual itu mendasartkan keputusan-keputusan mereka pada berbagai alternatif yang tersedia pada mereka seperti yang tercermin dalam harga pasar untuk barang-barang, jasa, dan sumber-sumber daya yang saling bertentangan satu sama lain, tapi tidak dapat saling mempengaruhi
c) Oleh karena itu, harag-harga ditetapkan berdasarkan tiga fungsi utama :
1. Harga itu memberikan informasi kepada unit-unit ekonomi individual yang kemudian dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan mereka
2. Harga itu merupakan sumber, langsung atau tidak langsung, pendapatan seseorang dan perusahaan, dan
3. Harga itu mengalokasikan sumber-sumber daya yang langka (tanah, tenaga kerja, dan modal) di antara para pengguna yang saling bersaing.

2) Ekonomi Kapitalis pasar yang telah maju
Sementara kapitalisme murni yang merupakan prototipe ekonomi yang ideal, kegiatan ekonomi pasar telah dijadikan sebagai dasar bagi anggapan mengenai perlunya suatu kepemilikan total oleh pihak swasta dan pemakaian sumber-sumber daya dan pengambilan keputusan oleh masing-masing unit ekonomi swasta.
Dunia pertama atau negara-negara ekonomi kapitalisa pasar yang telah maju (yaitu Amerika Utara, Eropa Barat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang ) merupakan bauran dari penerapan sistem pemilikan dan pengambilan keputusan atas sumber-sumber daya yang dilakukan oleh swasta dan pemerintah bersama-sama. Bertahun-tahun lamanya pemerintah negara-negara maju itu telah melakukan pengendalian yang semakin ketat terhadap sejumlah aktivitas ekonomi, tidak hanya melalui penggunaan apa yang disebut kebijakan moneter dan fiskal, tetapi juga melaui partisipasi langsung dalam bentuk nasionalisasi industri, pendirian badan-badan usaha milik negara atau yang dikuasai pemerintah untuk dimanfaatkan oleh masyarakat yang luas, dan program-program investasi kemsyarakatan.
Dewasa ini, dinegara-negara maju yang paling berorientasi ke pasar, pemerintah mereka memainkan peranan ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung dan meliputi ruang lingkup yang luas. Walaupun lembaga pemilikan swasta dan kebebasan berusaha masih sangat ditonjolkan, perbedaan antara aktivitas ekonomi pemerintah dan swasta, antara penentuan harga dana upah oleh pasar dan yang bukan pasar serta perbedaan antara kepentingan swasta da kepentingan pemerintah telah menjadi semakin kabur.
3) Ekonomi Sosialis ‘Pasar’

Selama bertahun-tahun, para ahli ekonomi sesungguhnya menyadari bahwa diantara mereka telah terjadi perbedaan pendapat satu sama lain mengenai implikasi sosial dan model ekonomi pasar yang murni. Di satu pihak, dengan adanya mekanisme penyesuaian yang otomatis terjadi pada harga-harag yang bersaing (dimana harga yang ditetapkan untuk mengalokasikan sumber daya, barang dan jasa mengalami kenaiakn dan penurunan sesuai dengan perimbangan yang terjadi pada penawaran dan permintaan ).

Sistem ekonomi yang dihasilkan adalah yang dikenal dengan sebutan ‘ sosialisme pasar ’ atau ‘ sosialisme desentralisasi ‘ yang mengandung pengertian bahwa ide-ide para penganut sosialisme yang mengakui pemilikan sumber daya oleh masyarakat luas perlu dikombinasikan dengan ide-ide para penganut kapitalisme yang mengakui keputusan-keputusan yang terutama bermotifkan keuntungan (laba) dan berorientasi pada harag yang terpusat bagi pemenuhan kebutuhan unit-unit ekonomi individual.

Pendek kata, sistem ekonomi soasialis pasar berusaha mendapatakan yang paling baik dari kedua sistem ekonomi itu : kesederhanaan mekanisme harga yang berlangsung secara otomatis dan efisiensi ekonomi dari kapitalisme pasar serta keadilan sosial menyangkut pemilikan bersama sarana-sarana produksi dan distribusi barang dan jasa yang dihasilkan.

4) Ekonomi sosialis ‘ terpimpin ‘ (yang terencana secara terpusat)

Ekonomi sosialis terkomando (negara-negara dunia kedua ) diparaktekan tidak hanya berdasarkan pada pemilikan sumber daya oleh pemerintah, tetapi juga pada penggantian sepenuhnya mekanisme harga pasar melalui perencanaan secara terpusat terhadap seluruh aktivitas ekonomi.

Semua keputusan penting mengenai produksi dan distribusi dibuat oleh Komisi Perencanaan Pusat yang berada dipucuk pemerintahan. Karena ekonomi yang terkomando masih berorientasi pada auang maka harga diperlukan untuk memberikan rangsangan material dan dan menghitung arus barang dan jasa. Akan tetapi, berbeda dengan apa yang diperlukan oleh kekuatan pasara berdasarkan perimbangan permintaan dan penawaran, harga tersebut ditetapkan secara terpusat.

Ciri yang unik dari ekonomi sosialis terkomando, yang dipraktekan disejumlah negara dunia ketiga setelah mengalami berbagai macam pengujian secara bervariasi, adalah bahwa sistem ini diduga mampu memobilisasi sumber daya ekonomi langka ( terutam modal) secra efektif dan dapat mengantar pemakaian sumber daya itu dengan cara yang paling efektif untuk jangka panjang .

5) Ekonomi Pasar Campuran (kapitalis) dan terencana (sosialis)
Tingkat pemilikan pribadin (swasta) dan sumber daya masih tetap ada berdampingan dengan pemilikan yang paling utama oleh pemerintah (negara). Sumber daya sering kali dimiliki bersam untuk memenuhi kepentingan pemerintah dan swasta.

Secara keseluruhan pemerintah dinegara-negara dunia ketiag memainkan peranan yang jauh lebihh menentukan untuk semua bidang ekonomi dibandingkan dengan pemerintahan masyarakat kapitalis yang lebih maju.

Unsur besar lain dari ekonomi campuran negara-negara sedang berkembang adalah penjajaran sumber daya dan alokasi produksi oelh pasar dengan harag-harga yang telah ditentukan pemerintahan serta adanhya perencanaan secar terpusat denga berpedoman pada kegiatan ekonomi menyeluruh yang dikelola oleh pemerintah atau negara.
Pada saat yang sama, pilihan terhadap ekonomi campuran telah mencegah masyarakat-masyarakat negara sedang berkembang itu dari usaha mereka untuk mencapai tujuannya dalam rangka sistem perekonomian yang sungguh-sungguh sosialistis, karena lembaga-lembaga ekonomi campuran sering kali lebih kapitalistis daripada sebaliknya.

Oleh karena itu, pada akhirnya mereka kerap kali jatuh di anatar dua sistem, yang menggabungkan insentif- intensif ekonomi, yang lemah dengan intensif-intensif sosialis yang birokratis. Beberapa negara bahkan telah bergerak lebih jauh lagi dengan mengklaim kematian ekonomi sosialis pada umumnya dan terpimpin pada khususnya.

C. Menurut Drs. Kardiman berbagai macam sistem-sistem ekonomi
Menurut Drs. Kardiman sistem-sistem ekonomi Setiap negara atau bangsa memiliki kebebasan untuk menyelenggarakan perekonomiannya dengan cara yang berbeda-beda. Cara suatu bangsa atau negara mengatur perekonomiannya disebut sistem ekonomi. Sistem perekonomian negara dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : falsafa hidup bangsa, sifat dan jati diri bangsa serta struktur ekonomi. Secara umum sistem ekonomi dapat dibagi 4 macam sistem yaitu : sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi campuran.
1. Sistem ekonomi tradisional.
Kegiatan produksi dalam sistem perekonomian tradisional dilakukan secara bergotong royong dan bersifat kekeluargaan dengan tujuan memenuhi kebutuhan hidup minimal. Proses kegiatan produksi masih menggunakan alat ,ilik bersam dan hanya untuk dinikmati bersama-sama, belum terfikirkan untuk dijual dan memperoleh keuntungan.

 Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional :
a. Alat produksi masih sederhana
b. Sangat tergantung pada alam
c. Hasil industri berupa hasil kerajinan tangan
Kelebihan sistem ekonomi tradisional terletak pada hubungan kekeluargaan yg sangat kuat, tidak mementingkan keuntungan sendiri tetapi menggutamakan kepentingan bersama. Sedangkan kelemahan belum menguasai teknologi sehingga produksi yang dihasilkan sangat sedikit dan kualitasnya pun rendah.
 Contoh kegiatan ekonomi tradisional antara lain sebagai berikut :
a. Mengolah sawah dengan bajak dan cangkul
b. Gotong royong membangun rumah dan memanen hasil tanaman
c. Menangkap ikan dengan pancing sederhana
d. Industri kerajinan tangan dari rotan dan pandai besi.

2. Sistem ekonomi terpusat

Sistem ekonomi terpusat yang disebut juga sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanankan dan dikendalikan oleh pemerintah. Dalam sistem ini kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi semuanya dikuasai oleh negara. Tujuan kegiatan perekonomian pun bukan untuk mengejar laba sebesar-basarnya melainkan untuk memenuhi kebutuhan bersama.

 Ciri-ciri ekonomi terpusat :
a. Seluruh sumber daya dikuasai negara
b. Produksi dilaukan untuk kebutuha masyarakat
c. Hak milik individu tidak diakui
d. Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur secara terpusat
Dari ke-4 ciri diatas terkandung makna bahwa pemerintah dalam sistem ekonomi terpusat memilki peran yang sangat dominan sehingga dalam pratiknya sistem ekonomi ini memiliki kebaikan dan kelemahan.
a. Kebaikan sisitem ekonomi terpusat yaitu :
1) Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perekonomian.
2) Pemerintah bebas menetukan barang atau jasa sesuai kebutuhan masyarakat.
3) Pemerintah mengatur distribusi hasil produksi.

b. Kelemahan sistem eonomi terpusat yaitu :
1) Hak milik pribadi tidak diakui.
2) Potensi inisiatif dan daya kreasi masyarakat tidak berkembang.
3) Segala kebijakan pemerintah harus dilakukan oleh rakyat dan pemerintah bersifat paternalisme.

3. Sistem ekonomi liberal

Sistem ekonomi liberal disebut juga sistem ekonomi pasar, yaitu sistem ekonomi dimana pengelola ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi ii menghendaki adanya kebebasan individu dalam melakukan dalam kegiatan ekonomi. Dilain pihak pemerintah tidak boleh ikut campur dalam keiatan ekonomi.

 Ciri-ciri sistem ekonomi pasar yaitu :
a. Adanya pengakuan terhadap hak individu.
b. Peranan model sangat penting.
c. Peranan pemerintah dibatasi.

 Sistem ekonomi pasar pun memiliki kebaikan dan keburukan sebagai berikut :
a. Kebaikan sistem ekonomi pasar
1) Setiap orang bebas menetukan perekonomian sendiri
2) Kegiatan ekonomi lebih cepat maju karna persaingan
3) Produksi berdasarkan kebutuhan masyarakat

b. Kelemahan sistem ekonomi pasar
1) Mengakibatkan adanya eksploitasi terhadap orang lain
2) Terjadina kesenjangan pendapatan
3) Renta terhadap krisis ekonomi
Sistem ekonomi liberal banyak diterapkan dinegara-negara eropa dan amerika serikat.
Contoh negara yg menerapkan sistem ekonomi pasar adalah : belanda, inggris, perancis, swedia, dan jerman.

4. Sistem ekonomi campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha menguranggi kelemahan-kelemahan yang timbul dalam sstem ekonomi terpusat dan sistem ekonoi pasar. Dalam sisitem ekonomi campuran pemeritah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian. Siatem ekonomi ini memiliki kebaikan antara lain : meskipun swasta diberi kebebesan umum tetap ada intervensi pemerintah sehingga kestabilan ekonomi tetap terjamin. Selain itu pemerintah juga dapat lebih memfokuskan perhatian untuk memajukan sektor usaha menenggah dan kecil.

2.1 SISTEM EKONOMI YANG PERNAH DITERAPKAN DI INDONESIA
1. SISTEM EKONOMI MONOPOLI
Yaitu sistem perekonomian Indonesia yang berlaku pada masa kolonialis Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris dan Jepang. Pada masa kolonialisme Portugis dan Spanyol sistem perekonomian yang digunakan dengan ciri diberlakukannya monopoli perdagangan rempah-rempah. Spanyol setelah tiba di Maluku akhirnya bentrok dengan Portugis dan tidak lama harus pergi dan rela mendapatkan daerah Pilipina berdasarkan Perjanjian Saragosa. Demikian juga Portugis, armadanya kalah kuat dengan Belanda sehingga Belanda tidak mengalami kesulitan berarti mengusir Portugis dari Hindia Belanda. Periode kolonialis Belanda yang akhirnya berkuasa paling lama di Hindia Belanda (selama ±350 tahun).Dari mulai sistem monopoli rempah-rempah yang sangat merugikan rakyat sampai pada system tanam paksa yang menimbulkan frustasi ekonomi karena penekanan kreativitas dan motivasi hingga system sewa tanah (ekonomi liberal) pernah dialami oleh bangsa Indonesia.
Ketika Jepang berkuasa, dengan adanya maskapai swasta Mitsui Kabusyiki Kaisya dan Osaka Rima Kabusyiki Kaisya yang ditunjuk oleh pemerintah Tokyo untuk memegang monopoli, keharusan untuk menanam tanaman jarak, pengumpulan secara paksa makanan pokok untuk para pejuang Jepang, dipakainya bahan sandang dari goni dan karet bagi pribumi, pengumpulan bahan sandang dari tekstil untuk pejuang Jepang – adalah indikasi balatentara Dai Nippon menggunakan system ekonomi desentralisasi yang dikendalikan dari Tokyo yang memiliki tujuan membentuk Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya.
2. SISTEM EKONOMI DEMOKRASI LIBERAL
Tahun 1950 sampai dengan tahun 1959 (masa demokrasi liberal) Liberalisme dan demokrasi, adalah dua hal yang sering disandingkan. Persandingan antara liberalisme dan demokrasi tersebut kemudian lebih dikenal dengan istilah demokrasi liberal. Namun, tak dapat dihindari bahwa terdapat pertentangan mendasar dalam demokrasi liberal itu sendiri. Dalam hal ini, pertentangan antara prinsip-prinsip dasar dalam demokrasi dan liberalisme sebagai dua hal yang menjadi dasar dari demokrasi liberal. Konflik antara liberalisme dan demokrasi yang terjadi kemudian menimbulkan banyak kritik dari berbagai pemikir dan akademisi. Liberalisme mempunyai mimpi bahwa kesejahteraan manusia dapat diraih dengan kebebasan individu-individu untuk hidup termasuk kebebasan dalam berusaha. Liberalisme yang sangat menekankan dan mengedepankan kepemilikan individu tersebut pada akhirnya mengabaikan nilai atau prinsip demokrasi yang menekankan equality atau kesetaraan.
Prinsip mayoritas yang juga dianut dalam demokrasi pada akhirnya juga terabaikan ketika ekonomi dan politik hanya dikuasai oleh sekelompok minoritas yang memiliki akses terhadap kepemilikan individu. Pada awal tahun 1950-an s/d tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia.Meskipun demikian, pemerintah bukan berarti melepas urusan perekonomian kepada pasar bebas sepenuhnya, buktinya pada tahun 1950-an s/d tahun 1955-an sebenarnya telah di isi dengan beberapa program dan rencana ekonomi pemerintah. program tersebut antara lain :
1. Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menunbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi.
2. Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
3. Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha Cina dan pengusaha pribumi.
4. Program/ Sumitro plan pada tahun1951.
5. Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
6. Rencana lima tahun pertama, tahun 1955 – 1960.
 Repelita Pertama : titik beratnya diletakkan pada sector pertanian sektor industri. Yang mendukung adalah sector pertanian.
 Repelita kedua : titik berat diletakkan pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.
 Repelita ketiga : titik berat pada sektor pertanian yang menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.
 Repelita keempat : titik berat pada sector pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju keswasembada pangan dengan meningkatkan industry yang dapat menghasilkan mesin-mesin industry sendiri, baik industry berat maupun industry ringan yang akan dikembangkan dalam repelita berikutnya.

7. Rencana delapan tahun.
Ini berarti disamping system ekonomi pasar diterapkan, pemerintah masih menjalankan perekonomian demi tercapainya kemakmuran masyarakat. Demokrasi liberal di Indonesia : Kebebasan bagi “Minoritas” Demokrasi yang berkontradiksi dengan liberalisme, pada prakteknya dapat dilihat di Indonesia.Indonesia yang menganut sistem demokrasi liberal memperlihatkan ketimpangan sosial politik dalam masyarakatnya. Hak-hak kepemilikan individu yang sangat ditekankan dalam liberalisme sangat terlihat di Indonesia terutama dalam bidang ekonomi yang pada akhirnya berdampak pada bidang lainnya, termasuk politik. Kepemilikan individu terhadap sumber-sumber ekonomi dan politik dengan nyata dan jelas dapat kita lihat terjadi di Indonesia.
Hanya segelintir “minoritas” lah memiliki akses terhadap kepemilikan sumber-sumber ekonomi dan politik tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa hanya “minoritas” lah yang dapat menikmati kebebasan di Indonesia.”Minoritas”, mereka yang memiliki modal, mereka yang dapat menikmati kebebasan.

3. SISTEM EKONOMI TERPIMPIN

Tahun 1959 sampai dengan tahun 1966 (Jaman Orde Lama/demokrasi terpimpin) Sejarah Indonesia (1959-1966) adalah masa di mana sistem “Demokrasi Terpimpin” sempat berjalan di Indonesia. Ekonomi terpimpin adalah ekonomi yang terarah oleh suatu rencana, bukan rencana ekonomi perorangan ataupun golongan tertentu, melainkan rencana ekonomi nasional. Perorangan dapat pula mengadakan rencana ekonomi bagi perusahaannya, tetapi ini bukan ekonomi terpimpin karena rencana itu hanya ditujukan kepada kepentingan pribadi. Ikut campur pemerintah dalam lapangan ekonomi bukan merupakan ukuran untuk menentukan adanya ekonomi terpimpin. Dalam tahun-tahun sebelum Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959, kita mempunyai rencana pembangunan 5 tahun, tetapi pada waktu itu karena masih dianut politik ekonomi liberal, tidak dirasa adanya ekonomi terpimpin yang dikuasai oleh dan dari pemerintah pusat.

Tujuan ekonomi terpimpin yaitu masyarakat yang adil dan makmur yang berdasarkan pancasila dan karena itu ekonomi terpimpin hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Ciri-ciri ekonomi terpimpin :
1. Adanya tujuan yang hendak dicapai
2. Adanya penguasaan ekonomi secara keseluruhan
3. Adanya pemusatan penguasaan secara sentral
4. Cara pelaksanaannya ditetapkan dengan rencana-rencana
Sedangkan tujuan itu mengarah segala tindakan ekonomi kepada satu jurusan yang sama. Dalam ekonomi terpimpin Indonesia kita temukan prinsip yang dijadikan dasar, yaitu :
1. Adil dan makmur.
2. Hak milik perorangan atas faktor-faktor produksi (yang tidak termasuk industry berat) diakui dan dinyatakan mempunyai fungsi sosial.
3. Tidak dibenarkan adanya perbudakan atau exploitation de I’homme par I’homme.
4. Tidak ada kecemasan terhadap hari tua dan saat tak mampu bekerja.
5. Kekayaan umum yang berlimpah-limpah digunakan untuk kepentingan umum.

Istilah ekonomi terpimpin ini tidak digunakan lagi, karena mengingatkan kita pada masa Orde Lama. Lebih banyak kita jumpai istilah ekonomi berencana dan ekonomi terarah. Kita mempunyai rencana ekonomi yang menyeluruh yang dikenal dengan nama Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang disusun oleh Depernas dan kemudian disahkan melalui Ketetapan MPRS No.II/MPRS/60. Dalam ketetapan ini ditetapkan rencana pembangunan yang dilakukan secara menyeluruh, serta penyelenggaraannya dikuasai dan diatur secara sentral dari pusat.

Konsep sistem Demokrasi Terpimpin pertama kali diumumkan oleh Presiden Soekarno dalam pembukaan sidang konstituante pada tanggal 10 November 1956. Sistem perekonomian liberal yang diterapkan di satu sisi membawa ketidakstabilan kondisi masyarakat.Tidak saja di bidang Dalam sistem ekonomi terpimpin ini, presiden secara langsung terlibat dan mengatur perekonomian. Seluruh kegiatan perekonomian terpusat pada pemerintah pusat. Akibatnya, kegiatan perekonomian di daerah menjadi terganggu dan menurun. Volume uang yang meningkat akibat deficit (mencapai 7,5 miliar rupiah), inflasi yang mencapai ±400% dan arus uang yang cepat tidak mampu meningkatkan produksi atau melancarkan distribusi barang. Pemerintah tidak memiliki kemauan politik untuk menahan diri dalam melakukan pengeluaran, seperti penyelenggaraan proyek-proyek mercusuar GANEFO (Games of the Emerging Forces) dan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) yang memaksa pemerintah untuk memperbesar pengeluaran tiap tahunnya.
Harga-harga barang makin tinggi, pada tahun 1961 secara terus menerus harus membiayai kekurangan neraca pembayaran dari cadangan emas dan devisa. Sementara ekspor makin memburuk dan pembatasan impor karena devisa melemah. Tahun 1965 cadangan emas dandevisa telah habis bahkan menunjukkan saldo negative sebesar US$ 3 juta sebagai dampakpolitik konfrontasi dengan Malaysia dan Negara-negara Barat. Tidak terwujudnya pinjaman dari IMF sebesar US$ 400 juta. Penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta, konfrontasi dengan Malaysia (Dwikora), pembebasan Irian Barat (Trikora) makin menambah warna kelabu sejarah kehidupan bangsa pada era demokrasi terpimpin. Beberapa usaha untuk memecahkan permasalahan ekonomi Indonesia dilakukan oleh Pemerintah adalah :
1) Mata uang bernilai nominal Rp 500,00 didevaluasi menjadi Rp. 50,00 dan bernilai Rp 1.000,00 dihapuskan.
2) Semua simpanan di bank yang melebihi Rp. 25.000,00 dibekukan.
3) Tanggal 28 Maret 1963 dikeluarkan Dekon ( Deklarasi Ekonomi) untuk mencapai ekonomi yang bersifat nasional, demokrasi, dan bebas dari sisa-sisa imperialisme. Dekon dinyatakan sebagai strategi dasar ekonomi terpimpin Indonesia yang menjadi bagian dari strategi umum revolusi Indonesia. Strategi Dekon adalah mensukseskan Pembangunan Sementara Berencana 8 tahun yang polanya telah diserahkan oleh Bappenas tanggal 13 Agustus 1960. Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa system ekonomi Indonesia adalah “Berdikari” yaitu berdiri diatas kaki sendiri. Pada pelaksanaannya Dekon tidak mampu mengatasi kesulitan ekonomi dan masalah inflasi ; Dekon mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia ; Dekon menciptakan kesulitan ekonomi makin mencolok, tampak adanya kenaikan harga barang mencapai 400% pada tahun 1962-1963 Dekon meletakkan beban berat sehingga hidup rakyat makin terjepit.
4) Tanggal 13 Desember 1965 pemerintah mengambil langkah devaluasi dengan menjadikan uang senilai Rp 1000,- menjadi Rp 1,-
5) Meningkatkan perdagangan dan perkreditan luar negeri.
6) Pembentukan Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE) dan Kesatuan Operasi (KESOP) dalam usaha perdagangan yang dikeluarkan pemerintah pada 17 April 1964.
7) Peleburan bank-bank Negara seperti Bank Koperasi dan Nelayan, Bank Umum Negara, Bank Tabungan Negara, Bank Negara Indonesia ke dalam Bank Indonesia.
Puncak krisis pada era demokrasi terpimpin dengan meletusnya G30SPKI, berbagai kegagalan khususnya dalam bidang ekonomi disebabkan karena :
1 Semua kegiatan ekonomi terpusat sehingga tidak ada usaha-usaha lain dari daerah
2 Masalah ekonomi tidak diatasi berdasarkan prinsip ekonomi, tetapi diatasi dengan cara-cara politis
3 Kemenangan politik diutamakan sedangkan kehidupan ekonomi diabaikan
4 Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah seringkali bertentangan anatara satu dengan yang lainnya
5 Tidak ada ukuran yang obyektif untuk menilai suatu usaha atau hasil dari suatu usaha
6 Terjadinya berbagi Bentuk penyelewengan dan salah urus
7 Kebangkrutan tidak dapat dikendalikan.
Uraian di atas adalah gambaran kehidupan ekonomi yang terjadi di Indonesia pada periode demokrasi terpimpin kurun waktu 1959-1966.

4. SISTEM EKONOMI DEMOKRASI
Tahun 1966 sampai dengan tahun 1998 (Masa/ Orde Baru) Secara normatif landasan idiil-konstitusional sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme ; Kemanusiaan yang adil dan beradab tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi ; Persatuan Indonesia berlakunya kebersamaan, asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi ; Kerakyatan mengutamakan kehidupan ekonomi rakyat dan hajat hidup orang banyak serta ; Keadilan Sosial persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama – bukan kemakmuran orang-seorang.
Ciri-ciri positif system ekonomi demokrasi :
a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
c. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnyadikuasai Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
d. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan Negara digunakan untuk permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakan ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula.
e. Warga Negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
f. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
g. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga Negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
h. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara

Ciri-ciri negatif yang harus dihindari dari system ekonomi Indonesia adalah :
a. Sistem persaingan bebas (free fight liberalism) yang akan meyebabkan homo homini lupus.
b. Sistem etatisme yang memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk mendominasi perekonomian sehingga akan mematikan potensi dan daya kreasi masyarakat.
c. Sistem Monopoli yang memusatkan kekuasaan ekonomi pada satu kelompok yang akan merugikan masyarakat.

5. SISTEM EKONOMI PANCASILA

Sejak gagalnya G-30-S, maka Orde Baru menggantikan Orde Lama. Rencana ekonomi yang disusun oleh Orde Lama ternyata tidak dapat dilaksanakan, melainkan hanya merupakan tulisan hitam diatas putih saja. Orde Baru menyadari tugasnya yang berat dan berhasi membentuk Badan Perencana Nasional (Bepenas) yang tahun 1959 berhasil menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita Pertama).

Keadaan ekonomi Indonesia merupakan warisan dari masa penjajahan yang merupakan sistem ekonomi liberal-kolonial yang bercorak swasta. Sistem ini menimbulkan dominasi pihak modal asing. Keadaan demikian ini tidak dapat ditolelir dan harus dirubah. Pemerintah mengambil tindakan-tindakan yang lambat laun mendapatkan kedudukan yang semakin besar dalam bidang ekonomi melalui proses pengambil alihan dan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing, yang kemudian dibentuk menjadi perusahaan-perusahaan Negara. Dasar ekonomi pancasila tersimpul dalam pasal 33 UUD 1945 yang telah disebutkan diatas, sebenarnya adalah demokrasi ekonomi, karena perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asa kekeluargaan. Pasal 33 ini merupakan suatu pasal yang amat penting, karena pasal ini menjadikan dasar dan titik tolak bagi pembangunan ekonomi. Tujuan ekonomi nasional adalah kesejahteraan sosial dan kemakmuran bagi rakyat banyak.

Berdasarkan pasal 33 UUD 1945 ini GBHN menggariskan bahwa pembagunan di bidang ekonomi yang didasarkan pada demokrasi ekonomi menentukan masyarakat harus memegang peran aktif dalam kegiatan pembangunan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha, dan sebaliknya dari dunia usaha diharapkan adanya tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan tersebut serta ikut serta menciptakan iklim yang sehat.
Ciri-ciri sistem ekonomi pancasila :
a. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah Negara / pemerintah. Contoh hajat hidup orang banyak yaitu air, bahan bakar minyak (BBM), pertambangan, hasil bumi, dan sebagainya.
b. Peran Negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua belah pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, secara damai dan saling mendukung.
c. Masyarakat adalah bagian yang penting dimana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
d. Model ataupun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.
Apapun sistem ekonomi yang dianut oleh suatu Negara, berikut ini beberapa tujuan yang diharapkan dapat dicapai oleh sistem ekonomi yang dianut, yaitu:
1. Kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
2. Pertumbuhan ekonomi.
3. Kestabilan ekonomi dengan kesempatan kerja yang luas.
4. Adanya insentif atau dorongan untuk bekerja dan ikut ambil bagian dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
5. Adanya koordinasi yang efektif dan efisien terhadap produksi, konsumsi dan investasi .
6. Adanya perimbangan yang wajar antara kepentingan sekarang dan kepentingan masa depan.
7. Adanya perimbangan yang wajar antar barang untuk kepentingan umum (sector public) dan untuk kepentingan perorangan (sector swasta).
8. Adanya kesamaan hak dan pembagian pendpatan yang cukup merata diantara berbagai golongan dan lapisan masyarakat.
9. Adanya perimbangan yang wajar antara kekuasaan dan pengaruh antara atas dan bawah.
10. Diindahkannya nilai-nilai yang melekat pada diri manusia, yaitu hak-hak asasi manusia, adanya keadila social, kebebasan, keamana, solidaritas, hak milik, dan sebagainya.

BAB III
PENUTUP
1.1 KESIMPULAN
Sistem ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan pendapatan yang berdampak pada kehidupan masyarakat baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Sistem ekonomi yang dianut banyak Negara memang berbeda-beda, sesuai dengan falsafah hidup Negara yang bersangkutan. Sistem ekonomi Indonesia dijiwai dan diarahkan oleh Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, khusunya pasal 33 serta Garis-garis Besar Haluan Negara. Sistem ekonomi Pancasila adalah salah satu tata ekonomi yang dijiwai oleh ideology Pancasila, yang didalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh dan untuk rakyat dibawah pimpinan dan pengawasan pemerinah.
Jadi sistem ekonomi Indonesia adalah cara mengatur kegiatan Ekonomi dan mengkoordinasiskan pelaku-pelaku Ekonomi berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan GBHN.

1.2 SARAN
Setiap Negara harus menganut sistem ekonomi berdasarkan pandangan Negara tersebut. Sistem ekonomi yang diterapkan seharusnya bisa membawa perekonomian Negara tersebut bisa menjadi lebih baik.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Indriayu Mintasih. 2009. Ekomoni. Surabaya. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Raharjo M Dawam. 1987. Perekonomian Indonesia Pertumbuhan dan Krisis. Jakarta. LP3ES
Grosssman Gregory. 1995. Sistem-sistem Ekonomi. Jakarta. Bumi Aksara
Soemitra Rochmat. 1983. Bandung. Eresco
Suroso P C. 1993. Perekonomian Indonesia. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama
Sri dan Swasono Edi. 1985. Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi. Jakarta. UI-Press
S Alam. 2001. Ekonomi. Jakarta. Erlangga
Todaro Michael P. 1995. Ekonomi Untuk Negara Berkembang. Jakarta. Bumi Aksara
Winardi. 1995. Pengantar Ilmu Ekonomi Buku 2 Edisi VII. Bandung. Tarsito
Kardiman, dkk. 2004. Ekonomi 2. Jakarta. Yudistira

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.