Farnida Malahayati

This blog is containing about all myduties of management

PENGANTANTAR TEORI EKONOMI MIKRO “FUNGSI PRODUKSI” October 13, 2012

Filed under: Uncategorized — FarnidaMalahayati @ 3:41 am

KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur dan terima kasih kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan karuniaNya juga memberikan kesehatan, pikiran serta ketabahan di dalam meyusun tugas makalah pengantar bisnis ini.
Di dalam menyusun pengantar bisnis ini, kami sering mengalami kesulitan, namun berkat bantuan dan dukungan dari semua pihak, segala kesullitan itu dapat teratasi. Oleh karena itu, kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan penyusunan makalah rapat ini baik bantuan yang berupa dorongan, semangat, maupun bimbingan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ahir ini.
Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada :
1. Ibu Jun Suryani S.E,M.Si selaku Dosen mata kuliah “Pengantar Teori Ekonomi Mikro”
2. Teman-teman Mahasiswa yang telah memberikan masukan dalam pengerjaan makalah pengantar teori ekonomi mikro ini.
3. Semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses penyelesaian penyusunan makalah pengantar teori ekonomi mikro ini.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah rapat ini. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak, demi tercapainya kesempurnaan pada makalah ini. Serta kami berharap semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat memberikan manfaat.
Surabaya, Oktober 2011
Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sesungguhnya fungsi produksi sangatlah penting bagi kehidupan kita, sebab suatu bagian dari fungsi tersebut dalam kehidupan kita dapat membantu kita untuk mengatur semua kegiatan kita agar kegiatan kita sendiri dapat berjalan lancar tana adanya hambatan. Dalam membangun sebuah perusahaan pun juga sangat membutuhkan fungsi produksi , karena dalam fungsi itu sendiri sangat membantu perusahaan tersebut, sebab terselenggaranya proses produksi itu sendiri sangat mengharapkan agar proses produksinya itu dapat berjalan lancar sesuai keinginan dan hasil barang produksinya itu dapat berkualitas tinggi dan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh semua masyarakat.
Pada umumnya tugas fungsi produksi itu sendiri sangat berkaitan dengan pencapaian tujuan dalam sebuah perusahaan yang secara umum berusaha mencapai biaya produksi yang rendah tetapi produknya bermutu yang tinggi , serta sangat cepat tanggap akan membuat beragam barang yang sesuai dengan selera permintaan konsumen. Serta pada dasarnya bahwa besar kecilnya tingkat produksi suatu barang bergantung pada jumlah modal, jumlah tenaga kerja, jumlah kekayaan alam dan dalam tingkat teknologi yang digunakan. Suatu fungsi produksi itu juga menunjukkan bahwa dalam jumlah barang produksi tergantung pada jumlah suatu faktor produksi yang digunakan.

B. Perumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang yng diutarakan di atas maka permasalahan dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah pengertian dari fungsi produksi?
2. Apakah tujuan perusahaan secara umum dalam kegiatan produksi?
3. Apakah fungsi-fungsi operasi dalam kegiatan produksi?
4. Apakah pengertian dari The law Diminishing Marginal of Productifity?
B. Tujuan Penelitian
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Teori Ekonomi mikro
2. Untuk mengetahui fungsi – fungsi produksi
3. Untuk mengetahui Hukum Hasil Tambahan Yang Semakin Menurun atau Hukum Peningkatan Biaya Relatif
C. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dosen, penulis maupun pembaca. Adapun manfaat dari dari penelitian ini, adalah:
1. Bagi dosen
– Sebagai referensi atau tambahan materi pengajaran Dapat mengetahui seberapa besar pengetahuann dari mahasiswa tentang fungsi produksi dan Hukum Hasil Tambahan Yang Semakin Menurun atau Hukum Peningkatan Biaya Relatif.
– Menjadi bahan di dalam penilaian di mata kuliah

2. Bagi Penulis
– Mengatahui fungsi produksi dan hukum – hukum hasil tambahan
– Menjalankan kewajiban yang diberikan dari dosen
– Dapat menambah pengetahuan tentang fungsi produksi dan hukum – hukum
3. Bagi Pembaca
– Dapat memberikan penambah referensi bagi para pembaca
– Dapat menambah pengetahuan tentang Fungsi Produksi dan The law of Diminishing Marginal of Productivity

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Fungsi produksi adalah suatu bagian fungsi yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan lancar dan hasil produksi pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh masyarakat pemakainya. Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian akan tetapi bersama-sama dengan bagian-bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi. Oleh karena itu haruslah diadakan koordinasi kerja agar semua bagian dapat berjalan seiring dan seirama dan dapat dihindarkan benturan – benturan kepentingan antar bagian dalam perusahaan.
Tugas utama dari bagian produksi dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan perusahaan secara umum adalah berusaha mencapai biaya produksi yang rendah, mutu produk yang tinggi, tanggapan yang cepat atas permintaan, dan fleksibilitas untuk membuat beragam barang yang sesuai dengan selera dan spesifikasi pelanggan (Amirullah, 2002).
Fungsi produksi menggambarkan teknologi yang dipakai oleh suatu perusahaan, suatu industri, atau suatu perekonomian secara keseluruhan. Selain itu, fungsi produksi akan menggambarkan kepada kita tentang metode produksi yang efisien secara teknis, dalam arti dalam metode produksi tertentu kuantitas bahan mentah yang digunakan adalah minimal dan barang modal yang lain pun juga minimal. Metode produksi yang efisien merupakan hal yang sangat diharapkan oleh produsen. Secara umum, fungsi produksi menunjukkan bahwa jumlah barang produksi tergantung pada jumlah faktor produksi yang digunakan. Jadi hasil produksi merupakan variable tidak bebas. Fungsi produksi dapat di tulis sebagai berikut:
Q = ( K,L,R,T)
Q = Output
K = Kapital atau modal
L = Labour atau tenaga kerja
R = Resource atau sumber daya
T = Teknologi
Dari persamaan diatas pada dasarnya berarti bahwa besar kecilnya tingkat produksi suatu barang tergantung pada jumlah modal, jumlah tenaga kerja, jumlah kekayaan alam, dan tingkat teknologi yang digunakan. Jumlah produksi yang berbeda-beda tentunya memerlukan factor produksi yang berbeda pula. Tetapi ada juga bahwa jumlah produksi yang tidak sama akan dihasilkan oleh factor produksi yang dianggap tetap, biasanya adalah factor produksi seperti modal, mesin, peralatanya serta bangunan perusahaan. Sedangkan factor produksi yang mengalami perubahan adalah tenaga kerja.
B. Fungsi – fungsi Operasi
Fungsi-fungsi operasi yang akan dibahas di sini meliputi;
1) perencanaan dan desain produk
2) perencanaan kapasitas produk
3) perencanaan layout pabrik
4) Perencanaan Layout Mesin-mesin Pabrik
5) Perencanaan Bahan Baku
Bahan baku harus direncanakan sedemikian rupa sehingga menopang tercapainya tujuan bagian produksi yaitu tepat jumlah., tepat mutu, tepat waktu dan tepat ongkos atau harganya. Pengaturan bahan baku memiliki 2 aspek utama yaitu :
1. Penyediaan
2. Penggunaan

1. PERENCANAAN DAN DESAIN PRODUK
Empat faktor utama yang perlu di perhatikan dalam mendesain dan merencanakan produk adalah sebagai berikut:
a.Globalisasi selera konsumen
b.Segmentasi pasar
c.Kondisi lokal
d.Teknologi

2. PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI
Suad Husnan dan Suwarsono (1994) mengistilahkan kapasitas produksi sebagai luas produksi , yaitu jumlah produk yang seharusnya diproduksi untuk mencapai keuntungan yang optimal.
Zulian Y (1996) mengungkapkan bahwa untuk menentukan kapasitas produksi optimum, terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan , yakni sebagai berikut:
a) Kapasitas bahan baku
b) Kapasitas jam kerja mesin
c) Kapasitas jam kerja
d) Modal kerja
e) Jumlah atau kapasitas permintaan
Faktor-faktor tersebut dikombinasikan untuk mencapai hasil yang optimum(keuntungan maksimum dan biaya minimum).Untuk mengkombinasikan berbagai faktor tersebut digunakan metode-metode sebagai berikut:

a) Metode Break even Point
BEP dapat diartikan suatu keadaan di mana total pendapatan besarnya sama dengan total biaya(TR=TC)dapat pula diartikan laba sama dengan nol.
b) Metode Liniear Programming
Metode liniear programming (LP) merupakan teknik matematik dalam membantu manajemen untuk mengambil keputusan.

3. DESAIN LAYOUT PABRIK
Layout berhubungan dengan masalah penyusunan mesin dan peralatan produksi dalam pabrik . Menurut reksohadiprojo (2000: 127), layout fasilitas merupakan keseluruhan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang diperlukan di dalam proses produksi .
B. The Law Of Deminishing Marginal Produktivity
Teori produksi dengan menggunakan asumsi satu factor produksi variable yang dihubungkan dengan tingkat produksi suatu komoditas (output) yang dihasilkan. Dalam suatu kasus yang hanya menggunakan factor produksi tetap yang jumlahnya hanya1 tidak berubah. Missal: bengkel dengan satu mesin, pengelolaaan lahan dengan sepetak lahan, pengelolaan industry yang hanya menggunakan satu mesin untuk produksi. Contoh: pengelolaan perkebunan tembakau, maka pengamatan dapat lebih ditekankan untuk melihat hubungan antara jam kerja karyawan dengan jumlah produksi. Dengan fungsi produksi seperti ini dapat diketahui hubungan antara Total product (Q), Marginal product (MP) dan Average product (AP)
Total product merupakan produksi total yang dihasilkan oleh suatu proses produksi. Dalam kasus tenaga kerja maka factor produksi yang berubah adalah tenaga kerja, maka Marginal Product of Labour (MPL).
MPL adalah perubahan Q yang dihasilkan dari setiap pperubahn pemakaian L. Tetapi jika perubahan Q berasal dari perubahn capital maka disebut Margina Productof Capital (MPK). Rumus:
MPL= Q/L
MPK=Q/K
Average Product (AP) menunjukkan besarnya rata-rata produksi yang dihasilkan oleh setiap penggunaan factor produksi variable. Jika L menunjukkan tenaga kerja yang digunakan, maka Average Productnya disebut sebagai Average Product of Labour (APL). APL menunjukkan jumlah out[ut rata-rata yang dihasilkan per tenaga kerja.
APL=Q/L
APK=Q/K

BAB III
PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai pembahasan tentang CV, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujuk atau referensi yang berhubungan dengan judul makalah ini
kami banyak berharap kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang dapat membangun kami demi sempurnanya makalah ini dan pada penulisan makalah di kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya dan juga kepada para pembaca pada umumnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s