Farnida Malahayati

This blog is containing about all myduties of management

Makalah Filsafat Ilmu “Aksiologi Sebagai Bagian Integral Filsafat Ilmu” October 13, 2012

Filed under: Uncategorized — FarnidaMalahayati @ 3:52 am

KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur dan terima kasih kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya juga memberikan kesehatan, pikiran serta ketabahan di dalam meyusun tugas makalah filsafat ilmu ini.
Di dalam menyusun makalah filsafat ilmu ini, kami sering mengalami kesulitan, namun berkat bantuan dan dukungan dari semua pihak, segala kesulitan itu dapat teratasi. Oleh karena itu, kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan penyusunan makalah filsafat ilmu ini baik bantuan yang berupa dorongan, semangat, maupun bimbingan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Drs. FX. Subagio selaku Dosen mata kuliah “Filsafat Ilmu”
2. Teman-teman Mahasiswa yang telah memberikan masukan dalam pengerjaan makalah filsafat ilmu ini.
3. Semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses penyelesaian penyusunan makalah filsafat ilmu ini.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah filsafat ilmu ini. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak, demi tercapainya kesempurnaan pada makalah ini. Serta kami berharap semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat memberikan manfaat.

Surabaya, 15 Februari 2012

Penyusun

Aksiologi Sebagai Bagian Integral Filsafat Ilmu
A. Kajian Aksiologi
Aksiologi adalah studi tentang nilai atau kualitas. Aksiologi mencakup etika dan estetika-bidang filsafat yang sangat terkait pada gagasan tentang nilai-dan kadang-kadang disamakan dengan teori nilai dan meta-etika atau (pada pembahasan ini ditambah dua bidang yakni filsafat politik dan filsafat kebajikan yang juga menyangkut nilai-nilai kemanusiaan pokok). Istilah ini berkembang diabad yang ke-19 dan 20, tetapi pada dekade-dekade sekarang ini teori nilai cenderung menggesernya dalam diskusi-diskusi sifat dasar nilai atau kebaikan secara umum. Aksiologi adalah ilmu tentang nilai. Kata “axiology“ berasal dari bahasa Yunani Kuno “Axios” (berharga atau bernilai) dan “logos” (logika atau teori), yang berarti teori nilai. Satu wilayah penting penelitian untuk aksiologi ini adalah aksiologi formal, atau kekakuan matematis. Teori nilai ini juga digunakan dalam bidang ekonomi. Beberapa definisi terminologis aksiologi :
1. Cabang filsafat yang terkait dengan masalah nilai, misalnya nilai etika, nilai estetika, politik, agama.
2. Studi sifat dasar tipe dan kriteria nilai-nilai dan pertimbangan nilai, khususnya dalam etika (John Warfield).
3. Teori umum nilai; studi sasaran-sasaran kepentingan (Lotze).
Aksiologi memiliki banyak kegunaan : Membangkitkan pengetahuan baru tentang dunia ini dan menciptakan kerangka referensi yang menyediakan cara baru melihat diri dan lingkungan.
Selain Ontologi dan epistemologi, beberapa istilah penting lain yang terkait erat dengan aksiologi adalah :
a. Psikologi : Psikologi yang sungguh-sungguh “rasional” atau “filosofis” yang terkait dengan manusia sebagai “yang ada”
b. Teodice : Ilmu filosofis tentang Tuhan, sebab pertama, Sang Pencipta – kadang-kadang disebut “teologi natural”
c. Logika : Ilmu filosofis tentang pemikiran yang lurus
d. Etika : Ilmu filosofis yang terkait dengan perbuatan manusia – kadang-kadang disebut dengan “filsafat moral”
e. Politik : Ilmu filosofis tentang tujuan sosial manusia, termasuk bentuk pengorganisasian Negara
f. Estetika : Ilmu filosofis yang mempelajari seni, keindahan, nilai-nilai artistik

B.Teori Nilai
1. Definisi Nilai
Nilai,dalam filsafat,adalah suatu prinsip atau standar untuk mempertimbangakan baik buruknya sesuatu. Baik adalah sesuatu yang menyenangkan dan sesuai bagi maksud tertentu, sedangkan buruk berarti yang tidak menyenangkan dan tidak sesuai bagi maksud tertentu. Benar adalah kesesuaian putusan atau hasil kebaikan tertinggi (dan tidak sekedar mendekati kebaikan), sedangkan salah berarti ketidaksesuaian putusan atau hasil kebaikan tertinggi.
2. Sumber Nilai-nilai
Tujuan tertinggi bagi sebagian besar umat manusia adalah keterjagaan diri yang menampak pada tiga hal :
1) Keberlangsungan hidup personal : Keberlanjutan tubuh, pikiran dan jiwa
2) Keberlangsungan genetis : Keberlanjutan keluarga
3) Keberlangsungan memetic : Keberlanjutan ingatan dan kreasi-kreasi
Minoritas umat manusia memilih tujuan-tujuan alternatif seperti rasa senang, sakit, pengetahuan, keindahan, kasih sayang, keadilan, kelanjutan ekosistem, kapabilitas, ketentraman, atau pembinasaan. Nilai intrinsik adalah nilai yang berasal dari maksud atau keinginan yang berujung pada maksud dan keinginan itu sendiri, dan tidak murni muncul dari maksud dan keinginan yang lain. Nilai tertinggi adalah nilai intrinsik yang diupayakan yang tidak dikompromikan dengan nilai-nilai yang lain.

3. Justifikasi Nilai-Nilai
Manusia tak memiliki bukti bahwa alam semesta ini mempunyai tujuan inheren penciptaannya, sehingga alam tak mempunyai tujuan yang dapat diharapkan menjadi basis nilai. Alam ini tidak bisa dikatakan baik apa buruk, dan didalamnya tak ada keinginan atau kepentingan satu makhlukpun yang menentukan keberadaannya.
Usaha pendekatan non-rasional ini dapat diminimalisir dengan menggunakannya hanya dalam memilih nilai-nilai dasar, atau lebih baik lagi kriteria untuk memilih nilai-nilai fundamental tersebut. Beberapa kriteria untuk memilih nilai-nilai fundamental adalah melalui pendekatan-pendekatan :
1. Universalitas,dalam aksiologi diartikan sebagai prinsip bahwa mempertahankan nilai fundamental berarti mendukung pandangan tentang nilai yang serupa.
2. Imparsialitas,dalam aksiologi diartikan sebagai prinsip bahwa nilai pokok tak dapat mendukung sesuatu yang partikular lebih dari yang lainnya yang sejenis.
3. Maksimalitas, dalam aksiologi diartikan sebagai prinsip bahwa jika suatu nilai itu fundamental,maka terlalu banyak ketidakmasuk akalan didalamnya.
4. Kompatibilitas, dalam aksiologi diartikan sebagai prinsip bahwa nilai-nilai pokok harus relatif sesuai dengan selera dan hasrat alamiah si penilai.
Beberapa aliran dalam pemikiran tentang justifikasi nilai :
● Kognitivisme, dalam aksiologi diartikan sebagai tesis yang proposisi-proposisinya secara obyektif dapat benar atau salah.
o Naturalisme, dalam aksiologi diartikan sebagai tesis yang kebenaran proposisi-proposisinya tentang nilai-nilai dapat diasalkan dari fakta-fakta tentang alam
o Intusionisme, dalam aksiologi diartikan sebagai tesis yang kebenaran proposisi-proposisinya tentang nilai hanya dapat diturunkan dari intuisi-intuisi yang jelas dengan sendirinya.
● Non-Kognotivisme, diartikan sebagai tesis yang proposisi-proposisinya tentang nilai tak dapat dikatakan benar atau salah secara objektif.
o Emotivisme, dalam aksiologi diartikan sebagai tesis yang kebenaran proposisi-proposisinya tentang nilai sebatas pada ekspresi emosional persetujuan dan ketidaksetujuan.
o Preskriptivisme, dalam aksiologi diartikan sebagai tesis yang kebenaran proposisi-proposisinya tentang nilai sebatas pada perintah dan larangan.
4. Nilai-Nilai yang Menonjol
Dalam jagad yang dikutuk tak bisa mengelak dari peningkatan entropi (ukuran tingkat ketidaktertiban sistem), kita menghargai ekstropi. Ekstropi adalah keseluruhan intelegensi, vitalitas, dan kapabilitas sistem untuk meningkatkan intelegensi, vitalitas, dan kapabilitasnya. Sebagai intelektualitas kehidupan yang otonom, kita menghargai kecerdasan, kehidupan, dan otonomi yang dibutuhkan sistem untuk tubuh.
a. Intelegensi
Kita hanya menghargai informasi dan pengetahuan, tetapi juga pemahaman, kearifan, dan khususnya intelegensi yang menghasilkan dan memuat itu semua. Pemahaman adalah pengetahuan yang pokok, berulang dan reflektif; hal ini penting dan tak dapat direduksi, mendukung dan menyiratkan banyak pengetahuan derivatif lain, dan mementukan posisi diri yang diketahui dan diri yang mengetahui dalam pengetahuan yang lain. Kearifan adalah pemahaman dari maksud seseorang dan cara terbaik mencapainya.
b. Kehidupan
Kita menghargai kompleksitas dan diversitas yang terorganisir yang terletak antara keteraturan yang sempurna dan kekacauan yang acak. Sistem-sistem seperti kehidupan yang mengalami evolusi karena seleksi alam adalah sumber terbaik kompleksitas dan diversitas yang terorganisir itu.
c. Otonomi
Kita menghargai otonomi yang disyaratkan kehidupan dan intelegensi dalam rangka perkembangannya. Kehidupan membutuhkan otonomi untuk mengejar kepentingan diri yang diperlukan untuk mempertahankan diri dan lingkugannya. Intelegensi membutuhkan otonomi untuk mempersoalkan asumsi-asumsi dan otoritas. Kita menghargai keadilan, yang mengijinkan tiap pengembangannya untuk menikmati hasil-hasil keputusan dan tindakan non-koersifnya.
5. Sistem-Sistem Nilai
Sistem-sistem nilai kemanusiaan utama adalah :
● Pietisme : Tesis bahwa nilai yang utama adalah ketautan terhadap hal-hal supernatural.
● Kolektivisme : Tesis bahwa nilai yang utama adalah kebaikan manusia secara berkelompok.
● Individualisme : Tesis bahwa nilai yang utama adalah kebaikan manusia secara individual.
o Eudamonisme : Tesis bahwa nilai yang utama terletak dalam kebahagiaan individual.
■ Utilitarianisme : Tesis bahwa nilai yang utama adalah kebahagiaan tertinggi bagi sebanyak-banyaknya manusia.
■ Hedonisme : Tesis bahwa nilai yang utama adalah kesenangan.
■ Asketisme : Tesis bahwa nilai yang utama adalah ketentraman batin.
■ Egoisme : Tesis bahwa nilai yang utama adalah kebahagiaan diri sendiri.
o Stoisisme : Tesis bahwa nilai yang utama adalah kebijakan.
o Eksistensialisme : Tesis bahwa nilai yang utama diciptakan hanya melalui pilihan- pilihan individual.
● Survivalisme : Tesis bahwa nilai yang utama adalah ketidakrelevanan.
● Pesimisme : Tesis bahwa nilai yang utama diturunkan dari bentuk perintah rasional.
● Altruisme : Tesis bahwa nilai yang utama adalah kebahagiaan orang lain.
● Ekstropianisme : Tesis bahwa nilai yang utama adalah ekstropi

C. Konsep Matematika Nilai Hartman
Bapak aksiologi modern, Dr. Robert S. Hartman, mengamati bahwa manusia telah menjadikan dunia ini sebagai tempat yang paradoks, di mana di antara penemuan-penemuan teknologi dan keilmuan, manusia mencapai sedikit pandangan tentenag bagaimana menemukan persaan batin nan damai. Dr. Hartman mendedikasikan hidupnya untuk realisasi visi tersebut, dan sebagai hasil puluhan tahun penelitiannya, dia menciptakan sistem matematis baru yang berhasil mengatur nilai-nilai pengalaman sehari-hari kita. Dia menyatakan bahwa perbedaan primer antara ketertiban alami dan kekacauan moral terletak pada hitungan matematis yang mengatur sifat dasar dunia. Penemuannya menerangi prinsip-prinsip dimana ketertiban dan strukturnya tidak hanya merupakan keputusan-keputusan moral kita, tetapi merupakan pertimbangan-pertimbangan seluruh nilai manusia.
Dengan penguasaannya atas sejumlah bahasa dan dialek, Hartman mengumpulkan berbagai macam makna dari “baik”. Dia memeriksa arti-arti ini untuk mencari tahu persamaan dan perbedaannya. Dia mengkaji teori-teori dan sistem-sistem nilai sejak dari Plato sampai masa kini. Dia menganalisis ilmu-ilmu alam untuk memahami apa yang memungkinkan penemuan ilmiah di dunia alamiah.

Soal dan Jawaban
1. Studi apa yang membahas tentang nilai atau kualitas ?
Jawab : Aksiologi
2. Sebutkan empat pendekatan untuk memilih nilai-nilai fundamental !
Jawab : Universalitas, Imparsialitas, Maksimalitas, dan Kompatibilitas
3. Sebutkan tiga sistem-sistem nilai kemanusiaan yang utama ?
Jawab : Pietisme, Kolektivisme, dan Individualisme
4. Disebut apakah nilai yang berasal dari maksud atau keinginan yang berujung pada maksud dan keinginan itu sendiri, dan tidak murni muncul dari maksud dan keinginan yang lain ?
Jawab : Nilai Intrinsik
5. Siapakah yang disebut Bapak aksiologi modern ?
Jawab : Dr. Robert S. Hartman

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s