Farnida Malahayati

This blog is containing about all myduties of management

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN “KORUPSI” October 13, 2012

Filed under: Uncategorized — FarnidaMalahayati @ 4:09 am

KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur dan terima kasih kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya juga memberikan kesehatan, pikiran serta ketabahan di dalam meyusun tugas makalah pendidikan kewarganegaraan ini.
Di dalam menyusun makalah pendidikan kewarganegaraan ini, kami sering mengalami kesulitan, namun berkat bantuan dan dukungan dari semua pihak, segala kesulitan itu dapat teratasi. Oleh karena itu, kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan penyusunan makalah pendidikan kewarganegaraan ini baik bantuan yang berupa dorongan, semangat, maupun bimbingan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bertha Yonata, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen mata kuliah “Pendidikan Kewarganegaraan”
2. Teman-teman Mahasiswa yang telah memberikan masukan dalam pengerjaan makalah pendidikan kewarganegaraan ini.
3. Semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses penyelesaian penyusunan makalah pendidikan kewarganegaraan ini.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah pendidikan kewarganegaraan ini. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak, demi tercapainya kesempurnaan pada makalah ini. Serta kami berharap semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat memberikan manfaat.
Surabaya, 15 Maret 2012

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………….. 1
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………… 2
BAB 1: Pendahuluan …………………………………………………………..……………………..… 3
A. Latar belakang
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian korupsi …….…………………………………………………………………….. 3
B. Contoh korupsi ……………..………………………………………………………………….. 5
C. Faktor-faktor penyebab korupsi.…………….…………………………………………. 6
D. Dampak Korupsi ……………………………………………………………………………….. 6
E. Upaya korupsi …………………………………………………………………………………… 8

BAB III PENUTUP
BAB IV KESIMPULAN
BAB V DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan peradaban dunia semakin sehari seakan-akan berlari menuju modernisasi. Perkembangan yang selalu membawa perubahan dalam setiap sendi kehidupan tampak lebih nyata. Seiring dengan itu pula bentuk-bentuk kejahatan juga senantiasa mengikuti perkembangan jaman dan bertransformasi dalam bentuk-bentuk yang semakin canggih dan beranekaragam. Kejahatan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan senantiasa turut mengikutinya. Kejahatan masa kini memang tidak lagi selalu menggunakan cara-cara lama yang telah terjadi selama bertahun-tahun seiring dengan perjalanan usia bumi ini. Bisa kita lihat contohnya seperti, kejahatan dunia maya (cybercrime), tindak pidana pencucian uang (money laundering), tindak pidana korupsi dan tindak pidana lainnya.
Salah satu tindak pidana yang menjadi musuh seluruh bangsa di dunia ini. Sesungguhnya fenomena korupsi sudah ada di masyarakat sejak lama, tetapi baru menarik perhatian dunia sejak perang dunia kedua berakhir. Di Indonesia sendiri fenomena korupsi ini sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Salah satu bukti yang menunjukkan bahwa korupsi sudah ada dalam masyarakat Indonesia jaman penjajahan yaitu dengan adanya tradisi memberikan upeti oleh beberapa golongan masyarakat kepada penguasa setempat.
Kemudian setelah perang dunia kedua, muncul era baru, gejolak korupsi ini meningkat di Negara yang sedang berkembang, Negara yang baru memperoleh kemerdekaan. Masalah korupsi ini sangat berbahaya karena dapat menghancurkan jaringan sosial, yang secara tidak langsung memperlemah ketahanan nasional serta eksistensi suatu bangsa.
Di Indonesia sendiri praktik korupsi sudah sedemikian parah dan mendarah daging. Telah banyak gambaran tentang praktik korupsi yang terekspos ke permukaan. Di negeri ini sendiri, korupsi sudah seperti sebuah penyakit kanker ganas yang menjalar ke sel-sel organ publik, menjangkit ke lembaga-lembaga tinggi Negara seperti legislatif, eksekutif dan yudikatif hingga ke BUMN. Apalagi mengingat di akhir masa orde baru, korupsi hampir kita temui dimana-mana. Mulai dari pejabat kecil hingga pejabat tinggi.

BAB II
Pembahasan
A. Pengertian Korupsi
Korupsi merupakan suatu tindakan yang bertujuan untuk memperkaya diri sendiri serta mendapat keuntungan pribadi maupun kelompok-kelompok tertentu dengan cara yang tidak wajar dan illegal. Korupsi merupakan tindakan penyalahgunaan wewenang atau kekuasaan, kesempatan atas sarana yang ada padanya karena jabatan dan kedudukannya dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau golongan tertentu.

Dari segi Hukum Korupsi merupakan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi. Pengertian “korupsi” lebih ditekankan pada pembuatan yang merugikan kepentingan pribadi atau golongan.

Unsur-unsur tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi adalah:
1. Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi
2. Perbuatan melawan hokum
3. Merugikakeuanagan Negara atau perekonomian
4. Menyalahgunakan kekuasaan, kesempatan atas sarana yang ada padanya karena jabatan dan kedudukannya dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

Pada masyarakat Indonesia korupsi merupakan suatu tindakan yang sudah mendarah daging dan menjadi suatu hal yang biasa. Dapat dilihat dari realita yang ada, dari hal kecil disekitar kita, budaya korupsi sudah nampak pada kegiatan pembelajan pada sistem pendidikan di Indonesia, bahkan hal tersebut seakan didukung lingkungan sekitar mereka (para pendidik) dilingkungan sekolah yang seharusnya memberikan teladan yang baik terhadap para peserta didik atau pelajar.

Ada dua hal terkait dengan korupsi yang dianggap penting yaitu:
Pertama adalah tentang munculnya mental korup.
Kedua, cara mencegah korupsi
Kedua hal tersebut saya rasa penting. Terkait dengan persoalan pertama, yaitu munculnya mental korup. Kiranya kita sepakat bahwa mental korup itu belum tentu dibawa oleh yang bersangkutan sejak mereka mendapatkan pekerjaan. Pada umumnya para pegawai baru menyandang idealisme yang tinggi. Di awal menerima status sebagai pegawai, mereka berniat akan bekerja sejujur dan sebaik mungkin. Akan tetapi ternyata, karena ada peluang, suasana yang memungkinkan, dan bahkan juga kultur yang mendukung, maka penyakit itu bersemi dan tumbuh. Akhirnya mental korup itu berkembang, apalagi tatkala mereka menempati tempat yang memungkinkan untuk melakukan kejahatan itu. Karena itu, praktek korupsi harus dibabat karena di samping merugikan orang lain, juga sangat merugikan bagi pelakunya.

B. Contoh Tindakan Korupsi
Dapat diambil contoh perilaku tidak jujur yang dapat menumbuhkan akar terjadinya korupsi, seperti kejadian contek massal yang dilakukan para siswa-siswi pada saat ujian, kemudian juga didukung oleh para pendidik (kepala sekolah dan guru) untuk mempermudah melakukan kecurangan tersebut, siwa mengambil keuntungan dari uang spp sekolah, seorang mahasiswa yang bolos kuliah dan meminta temannya untuk mengisi buku hadir. Sejatinya, ia telah melakukan korupsi karena ia memiliki kuasa terhadap kehadiran dan ketidakhadiran dirinya di dalam kelas. Dia melakukan tindakan tersebut untuk kepentingannya sendiri.
kemudian perilaku penyuapan agar lulus Pegawai Negeri Sipil (PNS), hingga menjangkit ke lembaga-lembaga tinggi Negara seperti legislative, eksekutif dan yudikatif hingga BUMN. Apalagi mengingat di akhir orde baru, korupsi hampir kita temui dimana-mana, mulai dari pejabat kecil hingga pejabat tinggi.
Hal yang demikian ini merupakan contoh koupsi yang paling sering terjadi setiap tahunnya. Hanya orang-orang yang masih berpaham primitiflah yang mau melakukan hal smacam itu. Sangat merugikan sekali bagi oramg lain dan dirinya sendiri, mereka tidak sadar bahwa gajinya itu adalah dari uangnya sendri.
Dari hal-hal kecil tersebut itulah yang menjadi akar timbulnya budaya korupsi yang lambat laun meluas menjadi suatu kebiasaan.

C. Faktor-faktor Penyebab Korupsi
1. Karena tergoda akan dunia materi atau kekayaan yang tidak mampu ditahan
2. Dorongan untuk menjadi kaya
3. Didorong oleh pengaruh hasrat dan ketamakan dari dalam diri seseorang (dalam hal ini adalah penguasa), serta tuntutan keluarga (korupsi nepotistik).

D. Dampak Negative Korupsi yang Ditimbulkan
– Negara mengalami kerugian dan membuat rakyat semakin miskin, uang yang diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat malah disalahgunakan oleh pejabat.
– citra badan hokum Negara seperti kepolisian akan menjadi buruk dimata masyarakat. Hal ini akan membuat warga Indonesia tidak lagi menghormati badan hokum Negara.
– seluruh pemerintah di Indonesia akan mendapat pandangan sinis dari masyarakat sehingga membuat warga tidak percaya lagi pada system pemerintahan
– pemilu tidak akan berjalan lancer sebagai mana mestinya, disebabkan masyrakat sudah malas untuk memilih pemimpin
-Dampak korupsi yang paling besar adalah perlawana dari masyarakat karena ketidakpuasan pemerintah

E. Upaya pencegahan Korupsi
Ajaran agama memerintahkan umatnya untuk melakukan berbagai tindakan dalam mengatasi penyakit korupsi itu. Amar ma’rūf dan nahy munkar menjadi sangat efektif dalam mengatasi korupsi apabila upaya itu dilakukan melalui tahap-tahap:
(1) Pencegahan diri dan keluarga dari tindakan korupsi. Pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri dengan keyakinan bahwa korupsi adalah penyakit masyarakat yang berbahaya bagi kehidupan masyarakat itu sendiri. Orangtua dalam keluarga berkewajiban untuk mencegah dirinya dari tindakan korupsi. Komitmen menjauhkan diri dari tindakan itu harus dikembangkan pula kepada anggota keluarga yang lain dengan menanamkan sebuah komitmen bahwa korupsi adalah penyakit kehidupan.
(2) Keteladan pemimpin. Pemimpin adalah teladan bagi umatnya. Apa yang dilakukan pemimpin, maka hal itu pula yang dilakukan oleh yang dipimpin. Yang dipimpin selalu meniru hal-hal yang dilakukan pemimpinnya. Seorang pemimpin haruslah orang yang mempunyai komitmen mencegah diri dari korupsi secara internal, dan menunjukkan sikap anti terhadap korupsi, serta melakukan upaya-upaya pencegahan terjadinya korupsi di dalam masyarakat, baik secara kekerasan maupun secara lisa. Kalau pemimpin sudah menunjukkan keteladanan seperti itu, maka lambat laun korupsi yang kini merajalela itu dapat dicegah secara berangsung-angsur.
(3) Tindakan tegas terhadap pelaku korupsi. Setiap pelaku korupsi harus ditindak tegas berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku, tanpa memandang bulu. Siapa pun yang melakukan tindakan demikian, termasuk pemimpin, penguasa, dan pelaksana serta penegak hukum harus ditindak tegas dan dihukum menurut hukum dan peraturan yang berlaku. Tindakan diskriminasi terhadap pelaku korupsi akan menimbulkan sikap apatis dari orang lain dalam ikut serta mencegah tindakan korupsi itu.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari berbagai penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa korupsi merupakan tindakan penyalahgunaan wewenang atau kekuasaan, kesempatan atas sarana yang ada padanya karena jabatan dan kedudukannya dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau golongan tertentu. Faktor yang mempengaruhi korupsi antara lain :
1. Karena tergoda akan dunia materi atau kekayaan yang tidak mampu ditahan
2. Dorongan untuk menjadi kaya
3. Didorong oleh pengaruh hasrat dan ketamakan dari dalam diri seseorang (dalam hal ini adalah penguasa), serta tuntutan keluarga (korupsi nepotistik).

DAFTAR PUSTAKA

http://www.Google.com
http://www.wikipedia.com
http://www.anneahira.com/dampak -korupsi.htm
http://www.nursyam.sunan –ampel.ac.id/?p=526
http://www.manshurzikri.wordpress.com/2010/12/14/faktor-faktor-yang -menyebabakan-terjadinya korupsi mengacu kepada kasus korupsi gayus tambunan/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s