Farnida Malahayati

This blog is containing about all myduties of management

marketing mix CV.MAZAL_(MANAJEMEN PEMASARAN) January 14, 2013

Filed under: Uncategorized — FarnidaMalahayati @ 12:50 am

DAFTAR ISI
Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………………….1
Daftar Isi………………………………………………………………………………………2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………3
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………..4
1.3 Tujuan…………………………………………………………………………………4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Peran dan tanggung jawab seorang pakar SDM………………………………………5
2.2 Tantangan yang paling sulit yang dihadapi seorang pakar SDM……………………..6
2.3 Masalah pengelolaan tim, tenaga kerja multibudaya, globalisasi, dan lain-lain………7
2.4 Masalah etika yang paling sulit yang dihadapi seorang pakar SDM….………………8
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………………………………….10
3.2 Saran………………………………………………………………………………….10
LAMPIRAN……………………….……………………………………………………..…..11
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………..11

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana cara CV MAZAL dalam menetapkan harga?
2. Produk apa saja yang diproduksi pada CV MAZAL?
3. Dimana CV MAZAL menentukan tempat/segmen pasar?
4. Bagaimana strategi promosi yang dilakukan oleh CV MAZAL?
5. Bagaimana proses transaksi antara CV MAZAL dengan konsumen?
6. Bagaimana cara CV MAZAL agar tetap mampu bersaing dengan perusahaan lain?
7. Kualifikasi apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi karyawan di CV MAZAL?

1.3 TUJUAN

1. Untuk mengetahui cara CV MAZAL dalam menetapkan harga.
2. Untuk mengetahui produk apa saja yang diproduksi.
3. Untuk mengetahui dimana CV MAZAL dalam menentukan segmen pasar.
4. Untuk mengetahui strategi promosi yang dilakukan oleh CV MAZAL.
5. Untuk mengetahui proses transaksi antara CV MAZAL dengan konsumen.
6. Untuk mengetahui cara CV MAZAL agar tetap mampu bersaing dengan perusahaan lain.
7. Untuk mengetahui kualifikasi apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi karyawan di CV MAZAL.

BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Marketing Mix
Philip Kotler dan Geri Amstrong (2001 : 23) tentang marketing mix adalah saluran pemasaran dapat dipandangan sebagai sistem penyerahan nilai pelanggan dimana masing-masing anggota saluran menambah nilai bagi pelanggan.
Strategi marketing terpadu/bauran (Marketing Mix Strategy) pada dasarnya adalah perpaduan dari kegiatan yang terkendali sebatas kemampuan perusahaan untuk mencapai objectives marketing yang sudah ditetapkan. (http://irpantips4u.blogspot.com/2011/05/strategi-marketing-mix-marketing-mix.html )
marketing mix adalah suatu kesatuan alat-alat (tools) marketing yang digunakan oleh perusahaan/organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan marketingnya pada pasar sasaran (target market) tertentu (Kotler, 1997, hal.92).

1.2 Komponen Marketing Mix

1. Produk
Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.
dengan kata lain produk adalah hasil dari kegiatan produksi perusahaan yang nantinya akan di jual perusahaan atau barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali kepada konsumen akhir (bagi perusahaan dagang). Dalam membahas apa itu produk sebagai salah satu dari keempat variable marketing mix maka kita bagi menjadi 3 bagian :
a. Pemilihan produk
b. Pembungkus barang
c. Merk barang.
(yuzman-firmansyah.blogspot.com/2010/06/marketing-mix.html)
Hal ini berkenaan dengan hasil observasi di CV MAZAL yang menghasilkan produk berupa jasa yaitu :
1. Pembayaran listrik.
2. Pembayaran kartu kredit.
3. Pulsa.
4. Pembayaran telepon.
2. Price (Harga)
Dalam penetapan harga jual, perusahaan harus memperhatikan berbagai pihak antara lain para konsumen akhir, para penyalur, saingan, para suplier, bahan, dana, tenaga kerja dan para manager perusahaan yang bersangkutan.
Segala keputusan yang berhubungan dengan harga akan sangat mempengaruhi beberapa aspek kegiatan perusahaan, baik menyangkut kegiatan penjualan maupun aspek keuntungan yang mau dicapai oleh perusahaan.
Dengan demikian semua keputusan yang berkaitan dengan harga hendaknya harus dipertimbangkan secara sungguh-sungguh dan mendalam serta memperhatikan aspek intern dan ekstern perusahaan.
Marius P Angipora (1998 : 186) mendefinisikan kebijakan harga sebagai berikut:
Tuntutan atau pedoman managerial yang akan diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan dimasa yang akan datang bila mana situasi menuntutnya.
Dengan deikian sebuah kebijakan dapat menjadi suatu tindakan konkrit yang secara rutin diikuti bila mana sebuah situasi taktis atau strategis tertentu menuntutnya.
Apabila produk dipresepsikan berkualitas tinggi dan manfaatnya dianggap banyak, maka harga akan dinilai murah. Tetapi apabila presepsi konsumen terhadap kualitas rendah dan manfaatnya dianggap kurang, maka harga umumnya dianggap mahal, dengan dasar pemikiran yang demikian.
Acuan atau dasar yang sering dijadikan konsumen dalam menilai harga adalah:
a. Harga produk lain.
b. Perubahan waktu pembelian.
c. Lingkungan pembelian.

Prinsip-prinsip penetapan harga menurut Zeithaml dan Bitner (1996) adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harganya, yang mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat permintaan, prakiraan biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang ditawarkan pesaing, pemilihan metode penetapan harga, dan menentukan harga akhir.
2. Perusahaan tidak selalu harus berupaya mencari profit makasimum melalui penetapan harga. Sasaran lain yang bisa mereka capai adalah mencakup survival, memakasimumkan penerimaan sekarang, memakasimumkan pertumbuhan penjualan, memakasimumkan penguasaan (skimming) pasar dan kepemimpinan produk atau kualitas.
3. Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsif permintaan terhadap perubahan harga. Untuk mengevaluasi sensitifitas harga.
4. Berbagai jenis biaya harus dipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel, biaya tidak langsung yang bisa dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi. Bila suatu produk atau jasa harus mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, harga harus mampu menutup semua biaya mencakup mark-upnya.
5. Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan barang dan jasa yang ditawarkan peruasahaan dan karenanya harus dipertimbangkan dalam proses penetapan harga.
6. Berbagai cara penetapan yang ada mencakup mark-up, sasaran perolehan, nilai yang bisa diterima, going rate, sealed-bid, dan harga psikologis.
7. Setelah menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuikan harganya dengan menggunakan harga geografis, diskon harga, harga promosi, dan harga diskrimiasi, serta harga bauran produk.
(http://serba-serbi-edukasi.blogspot.com/2010/11/makalah-bauran-pemasaranmarketing-mix.html)
Dalam menetapkan harga, CV MAZAL tidak terlalu menekankan, karena dalam menetapkan harga tidak terlalu tinggi dan relatif murah, sehingga CV MAZAL tetap memiliki banyak pelanggan.

3. Promotion (Promosi)
Promosi adalah suatu komunikasi informasi penjual dan pembeli yang bertujuan untukmerubah sikap dan tingkah laku pembeli, yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal.
Philip Kotler “Manajemen Pemasaran Analisis” (1983 : 177) membagi kegiatan promosi kedalam beberapa element, antara lain:
a. Periklanan
Yaitu setiap penyajian yang bukan dengan orang pribadi dan promosi, ide-ide, barang atau jasa dengan pembayaran oleh suatu sponsor tertentu. Adapun fungsi-fungsi periklanan adalah sebagai berikut:
– Memberikan informasi.
– Membujuk atau mempengaruhi
– Menciptakan kesan (image)
– Memuaskan keinginan
– Periklanan merupakan alat komunikasi
b. Penjualan pribadi (pesonal selling)
Yaitu penyajian yang secara lisan dalam percakapan bersama calon pembeli dengan tujuan melaksanakan jual beli.
c. Sales promotion (Promosi penjualan)Suatu kegiatan yang dimaksud untuk membantu mendapatkan konsumen yang bersediamembeli produk atau jasa suatu perusahaan.
d. Public relation (Publisitas)Suatu kegiatan pengiklanan secara tidak langsung dimana produk atau jasa suatuperusahaan disebarluaskan oleh media komunikasi.
(http://serba-serbi-edukasi.blogspot.com/2010/11/makalah-bauran-pemasaran-marketing-mix.html)

CV. MAZAL melakukan promosi dengan menyebarkan brosur dan lebih sering dari mulut ke mulut ( mouth of mouth ) pada konsumen.

4. Place (tempat)
Sebagai salah satu variabel marketing mix, place / distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat. Pemilihan saluran distribusi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. Sifat pembeli, seperti kebiasaan membeli, frekuensi pembelian, letak geografis dsb.
b. Sifat produk.
c. Sifat perantara.
d. Sifat pesaing
e. Sifat perusahaan, dan sebagainya.
Alternatif pemilihan saluran distribusi antara lain :
a. Tipe perantara.
1. Pedagang (Wholesaler).
2. Pengecer (retailer).
3. Agen.
b. Jumlah Perantara.
1. Distribusi Insentif.
2. Distribusi selektif.
3. Distribusi eksklusif.
(yuzman-firmansyah.blogspot.com/2010/06/marketing-mix.html)

Sesuai dengan hasil obesrvasi yang telah kami lakukan di CV. Mazal , ada 2 tempat pendistribusian jasa yaitu :
1. BG Junction (JL. Blawuran) melayani : pembayaran kartu kredit.
2. Kupang Krajan melayani : pembayaran listrik , pulsa dan rekening telepon.

CV.Mazal membagi dua lokasi tersebut untuk menghindari resiko terjadinya kejahatan, khususnya pada pembayaran kartu kredit. Selain itu semenjak terjadinya kasus city bank, Mesin Electronic Data Capture (EDC) sebagai alat yang digunakan untuk Transaksi Kartu yang terhubung secara On-Line dengan sistem jaringan Bank tidak diizinkan lagi dioperasikan di rumah-rumah, sehingga penempatan pembayaran katu kredit pada CV MAZAL dialihkan ke BG Junction.

5. Process
mutu layanan jasa sangat bergantung pada proses penyampaian jasa kepada konsumen. Mengingat bahwa penggerak perusahaan jasa adalah karyawan itu sendiri, maka untuk menjamin mutu layanan (qualityassurance), seluruh operasional perusahaan harus dijalankan sesuai dengan sistem dan prosedur yang terstandarisasi oleh karyawan yang berkompetensi, berkomitmen, dan loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja.
http://fekon.upb.ac.id/wp-content/uploads/2011/10/Penerapan-Teori-Marketing-7P-dalam-Usaha-Anda.pdf

Proses jasa yang dilakukan oleh CV. Mazal dalam melayani pelanggan yaitu :
a. Tatap muka : pelanggan melakukan pembayaran atau transaksi secara langsung ke CV. Mazal atau tatap muka.
b. Transfer : pelanggan melakukan pembayaran dengan mentransfer uang melalui rekening CV. Mazal .
c. Fax : pelanggan melakukan pembayaran melalui fax.

6. Physical Evidence
Building merupakan bagian dari bukti fisik, karakteristik yang menjadi persyaratan yang bernilai tambah bagi konsumen dalam perusahaan jasa yang memiliki karakter. Perhatian terhadap interior, perlengkapan bangunan, termasuk lighting system, dan tata ruang yang lapang menjadi perhatian penting dan dapat mempengaruhi mood pengunjung. Bangunan harus dapat menciptakan suasana dengan memperhatikan ambience sehingga memberikan pengalaman kepada pengunjung dan dapat membrikan nilai tambah bagi pengunjung, khususnya menjadi syarat utama perusahaan jasa dengan kelas market khusus.
http://fekon.upb.ac.id/wp-content/uploads/2011/10/Penerapan-Teori-Marketing-7P-dalam-Usaha-Anda.pdf

Untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan CV MAZAL lebih mengutamakan kepuasan pelanggan dan menyelesaikan keluhan dan masalah yang dikeluhkan pelanggan/konsumen. Sehingga meskipun terdapat banyak pesaing, CV MAZAL tetap dipercaya dan konsumen tetap setia menggunakan jasa CV MAZAL.
7. People
People merupakan asset utama dalam industry jasa, terlebih lagi people yang merupakan karyawan dengan performance tinggi. Kebutuhan konsumen terhadap karyawan berkinerja tinggi akan menyebabkan konsumen puas dan loyal. Kemampuan knowledge (pengetahuan) yang baik, akan menjadi kompetensi dasar dalam internal perusahaan dan pencitraan yang baik diluar. Faktor penting lainnnya dalam people adalah attitude dan motivation dari karyawan dalam industry jasa. Moment of truth akan terjadi pada saat terjadi kontak antara karyawan dan konsumen. Attitude sangat penting, dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti penampilan karyawan, suara dalam bicara, body language, ekspresi wajah,dan tutur kata. Sedangkan motivasi karyawan diperlukan untuk mewujudkan penyampaian pesan dan jasa yang ditawarkan pada level yang diekspetasikan.

Klasifikasi untuk menjadi karyawan pada CV MAZAL yaitu:
a. Karyawan harus memiliki sifat jujur dan selalu ingin belajar
b. Mampu melayani dengan professional
c. Berperilaku dan berpakaian yang baik/sopan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s